Tuesday, October 30, 2012

BUMD Sulit Masuki Investasi Migas

RADAR SULBAR 02/10/2012

MAMUJU — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sulbar ternyata tidak
mengurusi invetasi di sektor minyak dan gas (migas), termasuk
pengelolaan Blok Sebuku di sekitar Pulau Lereklerekang yang menjadi
sengketa antara Sulbar dan Kalimantan Selatan (Kalsel).
Menurut Ketua BUMD Sulbar Harry Warganegara, BUMD dibentuk hanya untuk
mengurusi investasi dan pengelolaan sektor infrastruktur dalam skala
besar. Dan untuk pemanfaatannya juga dalam jangka panjang. Sehingga
hasilnya belum bisa terlihat langsung.

Terus terang saja, kata Harry, pihaknya kesulitan masuk dan bersaing
dalam investasi migas. Meski sudah dicoba, tetap saja tidak bisa
bersaing dengan perusahaan besar asal luar negeri. Karena, mereka jauh
memiliki kemampuan dan keahlian dalam sektor migas.
Padahal, sambung dia, pihaknya sempat mencoba memasuki sektor itu.
Persiapan pun dilakukan dengan membangun shorebase migas di Pelabuhan
Belang-belang. Harapannya, perusahaan-perusahaan migas yang beroperasi
pada sembilan blok di perairan Sulbar dapat memakai jasa BUMD Sulbar.
Tapi ternyata perusahaan internasional tersebut lebih senang
menggunakan jasa perusahaan yang ada di Kalimantan, walapun jaraknya
dua tiga kali lebih jauh ketika menggunakan shorebase yang ada di
Belang-belang.
Kenapa mereka lebih senang pake shorebase di Kalimantan? Karena di
sana fasilitas lebih banyak. Arus penerbangan dan pelabuhan lebih
tinggi mobilitasnya. Tapi itu menjadi pelajaran, Sulbar harus bisa
membangun fasilitas-fasilitas penting seperti yang dimiliki provinsi
lain.
“Saya sudah lobi BP Migas dan meminta bantuannya, tapi memang
perusahaan migas itu punya keputusan sendiri,” paparnya.
Karakteristik perusahaan migas itu sangat hati-hati. Lebih dalam lagi,
mereka tidak akan menggunakan tenaga enginering dari perusahaan yang
sudah sangat berpengalaman pada bidang migas. “Padahal kami sudah
menyiapkan semua yang mereka butuhkan. Segala perijinan yang berkaitan
dengan migas juga sudah kami siapkan. Tapi pilihan mereka sudah
seperti itu,” sebut Harry.
Hal paling mendasar yang tidak bisa dilakukan BUMD pada sektor migas
adalah saismic survei. Sebab yang dapat melakukan itu juga sangat
terbatas. Hanya beberapa negara saja yang bisa, termasuk Amerika
Serika dan Rusia. (ham)

No comments:

Post a Comment