Thursday, January 13, 2011

Passokorang-Tately Teken MoU USD 1,58 Juta

MAMUJU -- Pengelolaan kandungan minyak dan gas (migas) di Blok Budongbudong, Kabupaten Mamuju, tidak hanya secara tunggal dikuasai Tately NV selaku pemenang tender eksploitasi sumberdaya alam tersebut.

Dalam penyediaan infrastruktur pengeboran migas, Tately membangun kerja sama dengan PT Passokorang sesuai dengan kontrak kerja atau Contrac Construction For Drilling Location KD-1 WELL Tately Budongbudong NV and PT Passokorang.

Nilai kerja sama itu mencapai USD 1.580.568 atau setara dengan Rp 14,2 miliar dengan kurs satu dollar sekira Rp 9.700. Komisaris Utama PT Passokorang, Wilianto Tanta mengatakan kerja sama yang terjalin antara perusahaannya dengan pihak Tately belum berbentuk penanaman investasi pengelolaan migas.

Melainkan kerja sama dalam penyediaan infrastrur pendukung hingga pembangunan sarana pengeboran minyak. Penandatanganan kerja sama dilakukan di Mamuju Minggu 29 Agustus lalu.

"Kami dipercaya untuk mengelola dana sebesar itu untuk pembangunan fasilitas Tately. Saya kira ini langkah maju. Karena baru kami yang menjadi perusahaan lokal pertama yang dipercaya mengelola dana sebanyak itu di Sulbar," kata Wilianto, Senin 30 Agustus 2010.

PT Passokorang sendiri sejauh ini merupakan satu-satunya perusahaan jasa konstruksi berkelas A di Sulbar. Olehnya Wilianto mengaku tidak akan menyianyiakan kesempatan langka tersebut. Sebab bukan hal mudah mendapatkan kepercayaan dari perusahaan asing bagi pengusaha lokal.

"Saya tahu ini bukan pekerjaan ringan. Tapi saya optimis menjalankan kerja sama dengan Tately secara baik. Ini juga langkah baru bagi PT Passokorang sebagai perusahaan lokal," tambah Wilianto.

Sebelumnya pekerjaan Tetely NV sempat terhambat lantaran mobilisasi alat beratnya terhambat dari pelabuhan Pantoloan Palu menuju Pasangkayu. Pemprov Sulbar melalui BUMD Sulbar bersikeras jika pengangkutan alat berat itu melalui laut yakni Pelabuhan Belangbelang di Mamuju. (nur)

No comments:

Post a Comment