Wednesday, January 4, 2012

AAS Periode Ke Dua

Selasa, 15 November 2011
Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh ANWAR Adnan Saleh atau yang akrab disapa AAS, kembali dipercaya rakyat Sulawesi Barat untuk memimpin provinsi termuda tersebut untuk periode 2011-2016. Bagaimana konsep Anwar untuk kepemimpinannya di periode kedua ini? Berikut petikan wawancara Wartawan Harian FAJAR dengan Anwar Adnan Saleh di Board Room Business Center (BRBC) Hotel Mulia Jakarta belum lama ini. Selamat Pak Anwar atas kemenangannya di Mahkamah Konstitusi (MK). Bagaimana Anda menyikapi langkah gugatan di MK tersebut? Terima kasih. Pertama, saya ingin menyampaikan, tentu ada rasa syukur kepada Allah bahwa dengan berakhirnya persidangan di MK dan ada putusan soal hasil pemilukada Sulbar, saya anggap sudah selesai. Bagi saya, sebagai incumbent yang maju kembali pada pemilukada di provinsi termuda di Indonesia itu, seharusnya kalau saya melihat penyelenggaran, tak perlu ada gugatan. Tapi itulah sebuah demokrasi yang harus kita hargai dan kita harus mengikuti dengan baik. Meski teman-teman mengatakan, persidangan di MK ini adalah pemilukada putaran kedua. Kenapa Anda masih tertarik untuk maju berkompetisi di Sulbar? Saya maju kembali. Meski sebagai gubernur definitif pertama yang sudah bekerja hampir lima tahun, memang banyak hal yang sudah kita lakukan, tapi masih banyak hal yang perlu kita lakukan. Di Sulbar kita berangkat dari kilometer nol membangun daerah ini. Tapi tidak karena itu saya maju, tapi karena survei yang mengatakan bahwa rakyat Sulbar masih menginginkan saya untuk memimpin daerah ini. Itu dibuktikan setelah pilkada dengan kemenangan lebih 48 persen, meski berakhir di MK. Itu karena hampir 100 persen pemilukada di Indonesia berakhir di MK, sejak adanya mahkamah ini. Apa langkah Anda selanjutnya? Setelah hasil MK keluar, kita tidak ingin biarkan keputusan MK ini berlama-lama, nanti masuk angin lagi. Apalagi DPRD Sulbar juga sudah menggelar paripurna, mengambil keputusan akan segera mengajukan ke Mendagri untuk mengusulkan gubernur terpilih, saya dan Wakil gubernur Aladin S Mengga segera dilantik. Hasil paripurna itu dijadwalkan diserahkan ke Mendagri Selasa, 15 November. Saya juga akan menghadap ke Mendagri agar paling tidak pelantikan gubernur bisa dilakukan tepat waktu yakni 14 Desember. Periode lalu, saya dilantik 14 Desember 2006. Kalau mendagri menginginkan lebih cepat saya setuju, karena tidak ada istilah rugi waktu. Wakil gubernur yang lama juga saya kkira tidak akan merasa rugi sekian hari. Program konsep untuk Sulbar seperti apa? Ke depan sudah terprogram dalam konsep saya, pertama mengenai empat kebijakan pokok yang telah saya jalankan lima tahun periode pertama saya, di antaranya penurunan angka kemiskinan, percepatan pembangunan infrastruktur, revitalisais pertanian, termasuk pendidikan dan kesehatan. Itu semua akan saya berikan penguatan kembali. Apakah pada periode pertama, program tersebut tidak maksimal? Program itu sudah maksimal dan berhasil. Kami sudah mengeluarkan provinsi termuda ini dari keterisolasian, berhasil membangun bandara, berhasil membangun jalan nasional sepanjang 572 kilometer, jalan provinsi hampir 300 kilometer sudah kita bangun. Tapi, masih perlu mendapatkan penguatan sehingga akan lebih baik lagi, akan lebih mengokohkan lagi, mempertahankan pertumbuhan ekonomi, sebab kita sempat mencatat rekor, pertumbuhan ekonomi tertinggi dari 33 provinsi. Pada semester satu 2010, kita mencapai 15,1 persen. Saya berharap periode kedua ini bisa kembali mengatrol pertumbuhan ekonomi Sulbar lebih baik lagi, apalagi salah satu blok migas yang sedang eksplorasi sekarang, karena total ada 9 blok migas, termsuk kesepakatan saya untuk mengembangkan industri rotan di Sulbar, kalau ada penguatan infrastruktur itu akan mempertahankan pertumbuhan ekonomi Sulbar. Program lainnya yang menjadi unggulan? Saya juga punya program untuk bisa menekan angka kemiskinan lebih rendah lagi. Pada 2007 lalu, angka kemiskinan masih 20,74 persen, sekarang tinggal 13,58 persen dan saya akan berusaha untuk menekan secepat mungkin ke depan. Arahnya tentunya untuk kesejahteraan masyarakat secara merata. Saya juga akan mengundang Bapak Presiden ke Sulbar untuk meresmikan proyek infrastruktur, seperti bandara yang sekarang sudah bisa didarati Boeing 737, juga pelabuhan laut. Kita bangun pelabuhan laut, ada pelabuhan induk di Belang-belang, juga ada tiga pelabuhan feader di kabupaten, juga pembangunan jalan dan jembatan. Kantor gubernur juga, yang dulu kita menumpang di kantor bupati Mamuju, kantor DPRD juga begitu termasuk rumah dinas gubernur. Saya hampir lima tahun kontrak rumah di Mamuju, saya kira tidak ada gubernur di dunia yang kontrak rumah. Tapi saya senang, Sulbar ini kaya akan sumber daya alam, tapi butuh kerja keras untuk memberdayakannya SDA itu untuk kepentingan rakyat dan kepentingan nasional. Kalau industri yang akan Anda kembangkan di Sulbar, apa yang cocok? Karena Sulbar ini adalah daerah yang kaya akan rotan, maka saya akan mencoba mendekatkan industri ke daerah, termasuk industri rotan. Karena kita penghasil rotan terbesar di Indonesia, tepatnya di Mamuju. Mudah-mudahan bisa menggerakkan perekonomian di Sulbar sehingga bisa membuka akses lebih baik. Termasuk untuk memaksimalkan pengelolaan pelabuhan kita yang ada di Mamuju. Juga industri kakao, karena kita juga adalah penghasil kakao terbesar di Indonesia, saya kira sudah saatnya ada pemerataan industri sehingga hasilnya bisa dinikmati rakyat. Kami menyediakan lahan sekitar 2000 hektare untuk kawasan industri, termasuk nantinya industri perikanan dan kelautan. Mungkin ada imbauan atau harapan Anda untuk rakyat Sulbar? Dengan berakhirnya proses hukum di MK, tentunya kita harus bisa menghargainya. Saya sudah mengatakan sejak awal, silakan kalau ada yang keberatan dan saya siap menempuh koridor yang ada. Saya mengapresiasi semua pihak, termasuk yang sudah datang ke Jakarta untuk bersaksi, termasuk teman-teman pengacara yang sudah sekitar dua minggu di Jakarta. Mari kita kembali untuk bekerja membangun Sulbar. Yang bupati kembali fokus pada pemerintahan, demikian pula anggota DPR, mari kita kembali fokus kepada rakyat dan mari kita membangun suatu sinergi untuk membangun daerah lebih baik lagi ke depan. (asw)

No comments:

Post a Comment