Wednesday, January 4, 2012

LSM Pertanyakan Penyertaan Modal BUMD Sulbar

Jumat, 22 Juli 2011 21:53 WITA | Sulbar Mamuju


(ANTARA News) - Dana penyertaan modal Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Sulawesi Barat sekitar Rp1,8 miliar dipertanyakan karena belum jelas manfaatnya dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Direktur Program Yayasan Mitra Bangsa Provinsi Sulawesi Barat Rosmiati di Mamuju, Jumat, mengatakan, hasil dari BUMD setelah mendapatkan dana penyertaan modal untuk usaha yang dikembangkannya belum terlihat. "Mestinya setelah diberikan bantuan anggaran penyertaan modal usaha dalam setahun terakhir, senilai Rp1,8 miliar, sudah tampak kontribusi BUMD bagi pendapatan APBD Sulbar, namun kenyataannya tidak terlihat," ujarnya. Oleh karena itu ia juga mempertanyakan kinerja BUMD Sulbar jangan sampai hanya diberikan bantuan penyertaan modal usaha dari APBD namun tidak mampu meningkatkan pendapatan daerah ini. "Harus jelas kontribusi BUMD Sulbar di pendapatan APBD tahun 2011 karena modalnya sudah dibantu daerah, sehingga apabila BUMD Sulbar belum memberikan hasil pendapatan hingga masa penggunaan APBD Sulbar tahun 2011 berakhir, maka BUMD hanya menjadi beban APBD dan tidak layak lagi dibantu pada tahun berikutnya,"ujarnya.

Sementara itu, Direktur BUMD Provinsi Sulbar, Harry Warganegara, sebelumnya mengatakan, jika penyertaan modal usaha BUMD Sulbar sekitar Rp1,8 miliar telah digunakan untuk membiayai aset usaha sejumlah BUMD Sulbar yang hasilnya belum dapat dinikmati pada tahun 2011 ini.

Menurut dia, BUMD Sulbar memiliki sejumlah aset yang bukan hanya didanai dari APBD tetapi hasil kerjasama BUMD Sulbar dengan sejumlah perusahaan lain, aset itu diantaranya adalah PT Sulbar Integrated Sourbes (SIS) yang merupakan perusahaan jasa penyedia logistik untuk kebutuhan pengolahan tambang minyak dan gas di Sulbar. "PT SIS tersebut saat ini mengelola jasa logistik untuk perusahaan migas Tately NV, yang melakukan ekplorasi migas di Blok Budong Budong Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara Provinsi Sulbar, aset itu senilai Rp3 miliar," katanya. Menurut dia, aset lainnya yang dimiliki BUMD di sulbar adalah depo pertamina di Pelabuhan Belang Belang Mamuju, dengan nilai aset senilai Rp125 miliar. "Sejumlah aset itu hasilnya belum dapat dinikmati pada 2011 dan pada 2012 diharapkan sudah bisa memberikan sumbangan bagi PAD," ujarnya.(T.KR-MFH/M027) COPYRIGHT © 2011 http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/30198/lsm-pertanyakan-penyertaan-modal-bumd-sulbar

No comments:

Post a Comment