Saturday, October 22, 2011

Gubernur Sulbar Minta BUMD Ciptakan Iklim Usaha


Jumat, 20 Agustus 2010 23:51 WITA | Sulbar
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh meminta agar Badan Usaha Milik Daerah menciptakan iklim dunia usaha semakin membaik dengan cara mendorong investasi masuk ke wilayah itu.

"Kita minta agar BUMD mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif guna menggenjot peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) untuk percepatan pembangunan di wilayah ini, "katanya di Mamuju, Jumat.

Menurutnya, BUMD harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan di daerah dengan cara melakukan berbagai terobosan untuk memperbaiki iklim usaha di daerah ini.

"Makanya kami telah memberikan kewenangan penuh kepada jajaran BUMD ini untuk menjalin kemitraan dengan para investor yang masuk ke Sulbar,"katanya.

Saat ini kata dia, beberapa calon investor melirik berbagai potensi alam di daerah termasuk PLTA Karama.

"Malam ini, ada calon investor asal Singapura ingin melakukan investasi terhadap rencana pembangunan PLTA itu. Makanya, pihak BUMD diminta untuk melakukan komunikasi seperti apa program yang akan dilakukan setelah melakukan investasi di daerah," katanya.

Meski banyak investor yang melirik PLTA Karama, kata Anwar, calon investor yang paling berpeluang adalah dari China.

"Kita tidak mungkin lagi bergeser dari komitmen awal, karena pemerintah Indonesia dan China telah melakukan penandatanganan MoU untuk membangun PLTA terbesar di Asia Tenggara ini," jelasnya.

Ia mengatakan, investor asal China itu telah menyiapkan dana untuk invesatsi PLTA Karama yang diperkirakan akan dimulai tahap pembangunan pada 2011.

Apalagi kata dia, China tak perlu lagi diragukan kemanpuannya, karena saat ini negeri Tirai Bambu itu salah satu negara terkuat dari beberapa negara di dunia.

Gubernur juga mengatakan, salah satu perusahaan minyak dan gas PT Marathon International Petroleum Indonesia Limited pun melakukan eksploitasi minyak dan gas di Blok Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara.

Ia mengatakan PT Marathon yang merupakan perusahaan asing pengelola migas yang cukup besar di dunia karena pernah mengelola migas di Afrika, Libia, Norwegia, dan Irlandia dan di Sulbar sendiri yakin mampu menghasilkan migas hingga 400.000 barel per hari.

"Perseroan Terbatas Marathon merupakan perusahaan migas yang cukup besar di dunia. Perusahaan asing ini sudah 13 tahun mengincar blok migas di Blok Pasangkayu," katanya.

Dengan target produksi migas yang ditetapkan PT Marathon tersebut, diharapkan migas Sulbar dapat menyumbang produksi migas nasional hingga 40 persen, katanya.

"Dengan target produksi yang disampaikan PT Marathon itu, maka migas yang akan dihasilkan di Sulbar akan menyumbang sekitar 40 persen produksi migas secara nasional karena produksi migas secara nasional saat ini sekitar satu juta barel per hari," katanya.

Gubernur meminta PT Marathon yang melakukan eksploitasi migas di Sulbar dapat bekerja dengan baik serta selalu berkoordinasi dengan pemerintah mengenai aktivitasnya dengan tidak merugikan masyarakat daerah ini.(T.KR-ACO/S016)
COPYRIGHT © 2010

http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/18340/gubernur-sulbar-minta-bumd-ciptakan-iklim-usaha

No comments:

Post a Comment