Saturday, October 22, 2011

Perusahaan Migas Tately NV Kecewakan Pemkab Mamuju

Sabtu, 05 Juni 2010 23:58 WITA | Ekonomi

Mamuju (ANTARA News) -Perusahaan minyak dan gas PT Tately NV yang melakukan eksplorasi di Blok Pasang Kayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, membuat kecewa pemerintah kabupaten, karena tidak menggunakan infrastruktur yang disediakan pemerintah setempat.

"Infrastruktur seperti Pelabuhan Belang-Belang di wilayah Kabupaten Mamuju yang merupakan pelabuhan terbesar di Sulawesi Barat (Sulbar) disiapkan untuk tempat berlabuh para investor yang melakukan investasi di daerah itu, bukan untuk pajangan," kata Bupati Suhardi, di Mamuju, Sabtu.

Ia menyatakan kekecewaannya karena ternyata PT Tately NV selama melakukan eksplorasi minyak dan gas (migas) di Sulbar yaitu di Kabupaten Mamuju Utara tidak memanfaatkan pelabuhan tersebut, sehingga manfaat dari investasi yang dilakukan perusahaan itu tidak dirasakan pemerintah daerah setempat.

"Bukan hanya Pemerintah Kabupaten Mamuju yang kecewa, tetapi Pemerintah Provinsi Sulbar juga kecewa, karena Pelabuhan Belang-Belang yang dibangun dengan menghabiskan biaya hingga miliaran rupiah bagi kebutuhan investasi, ternyata tidak dimanfaatkan oleh investor," katanya.

Menurut dia, perilaku investor seperti PT Tately NV dengan hanya mau mengambil untung, dan tidak bisa bekerja sama dengan pemerintah setempat, tidak bisa dibiarkan, karena tidak membawa keuntungan, tetapi justru merugikan pemerintah dan masyarakat.

Oleh karena itu, ia meminta Pemprov Sulbar melarang PT Tately NV melanjutkan ekplorasinya di Sulbar jika tidak mau memanfaatkan infrastruktur yang disediakan pemerintah, karena hanya akan merugikan daerah setempat, dan tidak menghargai pemerintah.

Ia mengatakan PT Tately NV membawa alat beratnya masuk ke wilayah Sulbar melalui Pelabuhan Bitung di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) dengan menggunakan truk besar,.

PT Tately NV kemudian mengangkut alat berat berupa kontainer melalui jalur darat masuk ke wilayah Sulbar, yakni ke Kabupaten Mamuju Utara.

"Tentu saja Tateli NV akan merusak jalan darat, karena berat beban muatan kendaraannya sekitar 40 ton dengan jumlah kontainer yang diangkut rata-rata 150 ton," katanya.

Itu artinya, menurut dia, Tately NV selain tidak memberi keuntungan dengan memanfaatkan Pelabuhan Belang-Belang, juga merusak jalan.

Bupati Mamuju mengatakan seharusnya PT Tately NV belajar dengan perilaku investor lainnya seperti PT Statoil dan Conoco Philips yang melakukan eksplorasi migas di Blok Karama, dan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju, karena perusahaan tersebut telah memberi andil bagi pembangunan di wilayah setempat, dengan memanfaatkan infrastruktur jalan, dan tidak merusak.

"PT Statoil dan Conoco Philips telah siap membangun Community Development (Comdev), atau pemberdayaan bagi masyarakat di Sulbar sebagai umpan balik dari investasi yang dilakukannnya," katanya.

Sementara itu, PT Tately NV belum, bahkan tidak punya rencana sama sekali untuk melakukan kegiatan seperti perusahaan lainnya yang segera akan melakukan eskplorasi tambang migas di Sulbar.

Ia meminta jika PT Tately NV tidak segera membangun Comdev di wilayah ekplorasinya di Sulbar, maka perusahaan tersebut hendaknya di-"black list" pemerintah dan dilarang melakukan eksplorasi di provinsi ni, karena tidak memberi andil bagi pembangunan daerah setempat.
(T.KR-MFH/M008)


COPYRIGHT © 2010
http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/15705/perusahaan-migas-tately-nv-kecewakan-pemkab-mamuju

No comments:

Post a Comment