Monday, February 6, 2012

BPMIGAS Dukung Sulbar Jadi Daerah Penghasil

(RAN)
February 6, 2012 Mamuju – Penetapan Pulau Lari-larian sebagai bagian Sulawesi Barat (Sulbar), memberi peluang kepada provinsi tersebut untuk menjadi daerah penghasil minyak dan gas bumi karena di wilayah pulai tersebut terdapat blok Sebuku yang dikelola Pearl Oil. Kebijakan ini sesuai Pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. Hal tersebut disampaikan Penasehat Ahli Bidang Pemerintahan dan Kewilayahan BPMIGAS, Cornelia Oentarti saat kunjungan kerja dengan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, akhir pekan lalu. Hadir dalam pertemuan yang membahas kegiatan Pearl Oil di blok tersebut, antara lain Kepala Divisi Perwakilan BPMIGAS, Mulyani Wahyono, Kepala Perwakilan BPMIGAS wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Budi Agustono, serta Vice President Administration & General Affairs, Pearl Oil, Taufik Rahardjo. Dia menjelaskan, untuk penetapan daerah penghasil migas, provinsi sebaiknya segera melayangkan surat kepada Menteri Dalam Negeri dengan menyertakan Permendagri Nomor 43 Tahun 2011 tentang wilayah administrasi Pulau Lari-larian. “BPMIGAS dan Pearl Oil secara operasional berkomitmen memberikan manfaat maksimal dalam pengembangan proyek migas tersebut,” kata dia. Keputusan seluruh produksi gas dari lapangan Ruby, blok Sebuku dipasok untuk Pabrik Pupuk Kaltim V adalah kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan untuk menciptakan ketahanan pangan dengan meningkatkan produksi pupuk. Mulyani menambahkan, pihaknya membuka keterlibatan daerah di Blok Sebuku. Salah satunya melalui hak partisipasi. BPMIGAS mengharapkan keaktifan Dinas ESDM Provinsi Sulbar untuk memonitor kegiatan dan menyiapkan pengajuan hak partisipasi. “Di sisi lain kami mengharapkan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat agar proyek dapat berjalan sesuai rencana,” kata dia. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2012 tentang peningkatan produksi minyak bumi nasional yang menargetkan produksi minyak dapat mencapai 1,01 juta barel per hari pada tahun 2014. Dengan dukungan penuh semua pihak terkait, Taufik optimis Blok Sebuku dapat mulai berproduksi pada 2013. “Mudah-mudahakan dapat menciptakan kemaslahatan bagi masyarakat,” katanya. Hal senada diungkapkan Anwar yang berharap kehadiran perusahaan migas dapat memberi kemajuan yang berarti bagi masyarakat Sulbar.

No comments:

Post a Comment