Sunday, March 17, 2013

Dirjen migas baru jamin Indonesia masih potensial buat investasi

Kamis, 31 Januari 2013

Reporter : Ardyan Mohamad

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Edy Hermantoro hari ini, Kamis (31/1), resmi menggantikan pejabat sebelumnya Evita Legowo yang masuk masa pensiun.

Meskipun baru saja dilantik, dia langsung dihadapkan pada beberapa kasus pengembalian blok eksplorasi, mayoritas lepas pantai (off shore), ke pemerintah. Contohnya kontraktor migas asing Statoil asal Norwegia tahun lalu batal meneruskan proyek di Blok Karama, Sulawesi Barat, lantaran tidak ditemukan minyak.

Menghadapi kondisi itu, Edy mengaku masih tetap optimis. Pasalnya banyak proposal eksplorasi migas baik on shore maupun off shore menumpuk di mejanya. "Kita sekarang menerima aplikasi hampir 49 (proposal) untuk melakukan investasi (migas), artinya Indonesia itu kan masih bagus untuk investasi," ujarnya di kantornya.

Dari data yang dia pelajari, usulan untuk meneliti kandungan migas di seluruh Indonesia itu berasal dari perusahaan asing maupun domestik. Tapi karena baru menjabat, dia belum tahu berapa persen porsi proposal off-shore atau on-shore, serta di mana saja sebarannya.

"49 Proposal itu perusahaan, bisa juga, perusahaan Prancis mengajukan empat sampai lima blok eksplorasi, macem-macem ada luar ada dalam negeri, saya belum jelas," tuturnya.

Sebagai langkah untuk menjamin optimisme calon investor, direktorat jenderal migas akan selalu memutakhirkan data-data blok yang potensial. Wilayah yang ditargetkan untuk diperiksa kandungan minyaknya adalah Teluk Salawati. "Kita untuk dibikin migas ada 4.000-an kilometer yang akan didata, menggunakan APBN," kata Edy.(mdk/rin)

No comments:

Post a Comment