Thursday, March 21, 2013

Mubadala Peroleh Kontrak Kerja Sama (KKS) untuk blok West Sebuku

Hatta - Ekonomi Bisnis
Kamis, 21 Maret 2013

Mubadala Petroleum dengan bangga mengumumkan bahwa, dalam kemitraan dengan Inpex Corporation (INPEX), telah dianugerahi Kontrak Kerja Sama (KKS) untuk blok West Sebuku oleh Direktur Jenderal Minyak & Gas (Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Penghargaan KKS West Sebuku adalah ekstensi lebih lanjut untuk portofolio Mubadala di Indonesia. Hal tersebut mendukung strategi kami untuk mencari dan, jika berhasil, mengembangkan gas untuk menumbuhkan pasar domestik Indonesia dan juga lokasinya yang berada dekat dengan infrastruktur yang sedang kami bangun di lapangan Ruby," kata Steve Peacock, Chief Operating Officer, yang dikutip dari siaran pers.

KKS West Sebuku terletak di Selat Makassar. Mubadala Petroleum akan menjadi operator blok tersebut dengan bagian saham sebesar 75,5 persen, dengan INPEX yang memegang bagian saham yang tersisa sebesar 24,5 persen. Mubadala Petroleum telah melakukan penelitian geologi di blok tersebut sepanjang tahun 2012 dan saat ini akan fokus pada akuisisi data seismik 3D.

KKS West Sebuku berdampingan dengan KKS Sebuku dimana Mubadala Petroleum juga merupakan operator, melalui afiliasinya yaitu PEARLOIL (Sebuku) Limited, yang juga mengembangkan lapangan gas Ruby dalam kemitraan dengan INPEX dan Total. Gas pertama diharapkan dapat diperoleh dari lapangan Ruby pada akhir tahun 2013.

Perusahaan tersebut menyatakan bahwa pengembangan lapangan Ruby tersebut berjalan sesuai dengan jadwal, dan yang paling penting adalah telah mengukir catatan keamanan proyek yang sangat baik dengan pencapaian lebih dari 5 juta jam kerja tanpa adanya cedera yang tercatat. Pipa sepanjang 312 kilometer yang akan menghubungkan platform Ruby ke fasilitas gas Senipah darat, yang dioperasikan oleh Total, saat ini telah selesai.

Pembangunan dua platform Ruby yaitu tripod well head platform (WHP) atau anjungan kepala sumur tiga kaki dan four-leg production platform (PQP) atau anjungan produksi empat kaki juga akan sampai pada tahap akhir. Instalasi lepas pantai dan unjuk kerja fasilitas produksi akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2013. Setelah semuanya berjalan, gas dari Ruby akan dikirimkan kepada pembeli yaitu PT. Pupuk Kalimantan Timur, sebuah perusahaan pupuk di Indonesia dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.



(*/redaksi@wartaekonomi.com)

No comments:

Post a Comment