Sunday, March 17, 2013

Pengembalian Blok Karama Sebabkan Iklim investasi Migas Menurun

Vicky Anggriawan
25 Jan 2013

Kantor Pusat PT Pertamina (Persero) (Foto: Aktual.co/Oke Dwi Atmaja)

"Pengembalian Blok Karama akan menurunkan minat investor. Namun jika ada KKKS lain yang menemukan cadangan migas, maka investasi akan kembali bergairah," ujar Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Naryanto Wagimin

Jakarta, Aktual.co — Ruginya Staoil Indonesia dan Pertamina Hulu Energi hingga mencapai USD271 juta akibat eksplorasi di Blok Karama, menyebabkan turunnya minat investor di seluruh Wilayah Kerja (WK) Blok Karama.

"Pengembalian Blok Karama akan menurunkan minat investor. Namun jika ada KKKS lain yang menemukan cadangan migas, maka investasi akan kembali bergairah," ujar Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Naryanto Wagimin Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (25/1).


Naryanto Wagimin

Naryanto mencontohkan, dalam kasus Shell di Blok Mahakam beberapa waktu lalu, pada saat itu Shell sebagai pemegang kuasa wilayah kerja di Blok Mahakam, namun bukannya untung yang didapat Shell malah menderita kerugian akibat tidak diketemukannya gas di Blok Mahakam.

"Namun sebaliknya, ketika Total dan Inpex kemudian mengembangkannya, malah ditemukan potensi migas yang besar, Hal tersebut dapat menggairahkan kembali iklim investasi di Blok Mahakam," terangnya.

Seperti diketahui, dalam kasus Blok Karama, Statoil Indonesia bersama Pertamina Hulu Energi memutuskan untuk mengembalikan seluruh wilayah kerja (WK) di Blok Karama, Selat Makassar, Sulawesi Barat. Alasannya, meski telah berupaya optimal, hasil evaluasi yang telah dilakukan mengindikasikan tidak ditemukannya cadangan hidrokarbon di wilayah kerja tersebut.
Tri Wibowo -

No comments:

Post a Comment